Monday, October 16, 2017

[REVIEW] Tes CPNS KEMENKUMHAM 2017 : Ketika Ibu Hamil Ikut Seleksi -

Assalamualaikum, Readers .. 

Kali ini mau berbagi cerita tentang pengalaman tes CPNS yang pendaftarannya dibuka bulan Juli lalu. Ya, kita semua tahu ya, bahwa Juli 2017 lalu ada 2 instansi yang membuka penerimaan CPNS yaitu Mahkamah Agung dan Kemenkumham. 

Awalnya sih saya kurang berminat untuk mendaftar CPNS di kedua instansi tersebut, karena saya yang basic-nya dari jurusan kimia ngerasa kurang cocok aja kerja disitu. “Mau jadi apa gue?” “emang anak kimia bisa kerja ditempat begitu?” pikir saya saat itu. 

Namun, setelah ditelisik lagi dan dibaca-baca lagi mengenai persyaratan dan juga formasi apa aja yang dibuka ternyata ada formasi untuk jurusan Kimia dengan jabatan sebagai Pemeriksa Hak Paten Pertama. Akhirnya saya pun ikut daftar, sekedar coba-coba. Ya tapi syukur-syukur sih bisa lolos. 



Sebenernya mau daftar pun agak ragu-ragu, karena posisi saya yang sedang hamil 5 bulan ini membuat saya bertanya-tanya, Apa boleh ibu hamil ikutan seleksi? Tapi yaudahlah, dicoba dulu.. 


Alhasil, saya pun melakukan pendaftaran melalui web sscn.bkn.go.id. Namun pemberkasannya baru saya rampungkan di hari-hari terakhir penutupan. 

Form Biodata


Berkas Seleksi Administrasi

Setelah saya meng-upload semua dokumen-dokumen yang dibutuhkan sebagai persyaratan dalam seleksi administrasi, ternyata saya baru menyadari ada satu dokumen yang salah upload. Foto yang semestinya menggunakan background merah malah saya upload dengan backgrund biru. Pasrah lah saya, rasanya itu seperti kalah sebelum bertempur. Yaudahlah, mungkin belum rezeki, pikir saya. 

Singkat cerita, tanggal 5 September 2017 keluar pengumuman seleksi Administrasi Kemenkumham. Saya udah gak ada niatan sama sekali untuk melihat pengumaman itu, karena udah tau hasilnya. Iya. Gak mungkin lolos. Daripada patah hati, mending gak usah diliat lah. 

Tapi beberapa hari kemudian, temen saya mengirim hasil pengumuman via whatsapp. Iseng lah saya lihat, dan ternyata semesta berkehendak lain. Nama saya tercantum di daftar peserta lolos seleksi Administrasi tersebut. Agak kaget dan shock. Apa mungkin ini rezeki ibu hamil kali ya?? Mulai saat itu, saya pun jadi termotivasi untuk ikut seleksi ke tahap berikutnya yaitu tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan sistem CAT. 

Tes SKD ini terdiri dari 3 jenis soal, yaitu TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), TIU (Tes Intelegensi Umum) dan TKP (Tes Karakteristik Pribadi), dimana dari ketiga tes tersebut ada nilai ambang batasnya tersendiri. Jadi kita bisa lolos passing grade kalau ketiga jenis soal tersebut memenuhi ambang batas. Nilai ambang batas untuk TWK yaitu 75, TIU 80 dan TKP 143. Kalau ada salah satu yang berada dibawah skor tersebut, sudah pasti kita gugur ditahap ini. Jujur, saya sangat pesimis dalam tes wawasan kebangsaan. Pengetahuaan saya terkait bangsa sendiri sangat kurang. Kaco balo

Saat itu, saya dapat jadwal ujian SKD hari Kamis, 12 September 2017, di hotel Olive tangerang. Dapet jadwal sesi ke-4, sekitar jam 1 siang. Alhamdulillah, lagi-lagi Rezeki ibu hamil, pikir saya. Sebelumnya saya udah khawatir dapet lokasi ujian yang jauh, di Bandung misalnya. Dengan perut yang mulai membesar ini kan saya gak sanggup kalau harus bepergian jauh. Tapi bersyukur, semesta selalu berbaik hati pada saya. 

Sebelum berangkat tes, kekhawatiran saya muncul lagi. Perserta tes di hotel olive itu ada 10.000 orang. Ya, tapi dibag-bagi sih untuk hari senin-jumat, jadi setiap hari nya ada 2000 orang yang ikut seleksi di lokasi tersebut. Mendengar kata “DUA RIBU ORANG”, kepala saya seketika pusing. Apa saya kuat ya antri masuknya? Karena sebelum masuk, kita harus registrasi ulang dan legalisir kartu ujian. 

Yang kebayang diotak saya, ada 2000 orang berbaris antri untuk legalisir kartu ujian. Alamak, bisa pingsan saya. Tapi, Alhamdulillah, Kenyataannya tidak begitu. Ah, lagi-lagi semesta masih berbaik hati. 

Koordinasinya cukup bagus disana. Gak ada tuh antri umpel-umpelan seperti yang saya bayangkan. Hehe. Sambil menunggu sesi sebelumnya selesai, kelompok dari sesi saya diberi pengarahan terlebih dahulu oleh panitia terkait ujian SKD, bekerja di kemenkumham itu seperti apa, dan lain-lain. Saya merasa seperti lagi di ospek saat jadi Mahasiswa Baru 7 tahun yang lalu. Hehe. 

peserta sesi 4

peserta nya cewe semua, esok nya baru cowok semua.. 

Selanjutnya, setelah pengarahan, peserta diminta berbaris dan menyiapkan Kartu Ujian untuk di legalisir serta KTP Asli. Nanti akan dipanggil satu per satu sesuai nomor urut. Dan nomor urut saya adalah 900-an. Tapi Alhamdulillah, disini, ibu hamil diprioritaskan. Jadi saya masuk terlebih dahulu, tanpa antri. MasyaAllah, Ini namanya kebahagiaan yang haqiqi. Hehe. Oya, di sesi saya ini ada sekitar 15an ibu hamil yang ikut tes. Hehe, ternyata saya ada temennya. 

Setelah legalisir kartu ujian, peserta diarahkan ke ruang Tutorial. Di ruangan ini, dijelaskan cara pengerjaan soal-soal nya. Jadi, ada 100 soal yang akan kita kerjakan dalam waktu 90 menit. Tutorial selesai, lanjut deh ke ruangan tes. Oya, untuk masuk ke ruang tes ini kita harus melepas seluruh aksesoris yang ada ditubuh kita (Cincin, Anting, Kalung, Gelang, Jam tangan, bross, dsb) karena sebelum masuk kita diperiksa menggunakan mesin detector. 

Ruang tutorial
Berbekal belajar singkat yang saya lakukan secara online, saya pun mengerjakan soal dengan seksama. 90 menit berlalu, dan apa yang terjadi? Saya terharu, saya lolos passing grade dengan score 350, dengan nilai TWK 85, TIU 100 dan TKP 165. Hasil yang cukup memuaskan di pengalaman pertama saya ikut tes CPNS. 

Namun, pengumuman resmi masih tanggal 20 September 2017

Berdasarkan pengarahan saat itu, yang saya tangkap adalah, setiap peserta yang lolos passing grade, dapat mengikuti tahapan seleksi berikutnya yaitu Seleksi Kemampuan Bidang (SKB). Tapi ternyata, yang bisa ikut seleksi berikutnya yaitu peserta yang secara peringkat tidak melebihi 3 (tiga) kali alokasi formasi yang dibutuhkan pada jabatan. Jadi saya gak boleh senang dulu. 

Untuk Jabatan yang saya pilih, hanya dibutuhkan 13 Orang, sehingga yang bisa ikut ke tahap SKB hanya 13 x 3 = 39 Orang. Jadi minimal, harus dapet peringkat 39 besar untuk bisa lolos. Sulit ya~

Hingga akhirnya pengumuman pun keluar, dan saya mendapat peringkat 600an dari sekitar 17.000an yang lolos passing grade. Alamak, jangankan 39 besar, 100 besar aja saya gak masuk. Haha. 

Lalu, tahapan setelah lolos SKD adalah Tes SKB, Wawancara, dan pemberkasan (bagi yang dinyatakan lulus pada pengumuman kelulusan akhir). Ya berhubung saya gak lolos, maka usai disini saja perjumpaan kita yaa.. *dadah-dadah sama kemenkumham* 

Tapi saya gak sedih dan tetep bersyukur kok, setidaknya saya mendapat pengalaman baru dan pelajaran baru. Masih ada kesempatan di Tes CPNS periode ke-2. Doakan yaa..  

Dan, untuk temen-temen yang lolos ke tahap berikutnya.. SYELAMAT dan SEMANGAATT yaa. 

Salam, 
Pejuang CPNS -

22 comments :

  1. dr dulu aku selalu jiper kl ikutan tes CPNS hahahha, apalagi jaman dl blm ada sistem online yg memudahkan kayak sekarang :D jd selalu kerja di swasta aja hihihi :D Sehat2 selalu bumiiil

    ReplyDelete
    Replies
    1. hihi.. iya sih. tapi penasaran pengen nyoba. siapa tau beruntung kan? hehe..

      Delete
  2. Salah satu alasan (selain jiper) ikut seleksi CPNS adalah seleksi yang melelahkan wkwkwkwkw, sempet ditawarin jadi honorer dulu tingkat daerah tapi tetep aja nggak mau. Simple sih alasannya, pengen anti mainstream aja gitu sama kelurga :D *malah curcol*

    ReplyDelete
    Replies
    1. tapi di swasta juga enak kali mba, lebih gede gajinya.. hehe

      Delete
  3. Bacanya aja udah kebayang capeknya kayak apa, kebayang yang ngejalanin aslinya. Ya persiapan dokumennya, ya belajarnya, ya pas hari H tesnya. Tetap semangat ya Mbak, insyaallah nanti rezekinya dari pintu lain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya emang ribet banget. tapi untung nya sih sekarang serba online.
      Amiiin mbaa..

      Delete
  4. Baru tahu sistemnya seperti itu untuk lolos ke tahap selanjutnya. Saya nggak pernah ikut tes CPNS soalnya.

    ReplyDelete
  5. Selamat ya mb akhirnyaaa keterima sampai 600 ya.. semoga aja tahun kedua bisa keterima yaa aminn

    ReplyDelete
  6. Mba ga bawa jimat kali hehehe.. Tapi semoga bisa ngikutin tes lagi di lain waktu yaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. bahahak.. ada2 aja ya tuh peserta yang pake bawa2 jimat.

      Delete
  7. Semangat mbak... Aku lolos smpe SKB, tp kayaknya ga aku terusin krn aku dftr yg SLTA skb nya kan samapta, dan kebetulan aku dpt rezeki hamil ... InsyaAllah ada rejeki yg lain di lain kesempatan sklipun bkn penjaga tahanan tahun ini

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wih kereenn..
      Samapta itu tes fisik yaa?

      Mba ga ikutan lg yg periode 2?

      Delete
  8. Sama aku ikutan juga Mba, alhamdulillah lulus PG tapi dari sekian yang daftar cuma diambil 3 buat SKB karena formasinya cuma 1 hahaha. Dan sukses nyesek karena peringkat 3 cuma beda 1 angka sama akooooo *melipir ke pojokan* in shaa Allah ada rejeki lain ya Mba :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.. senasib kitaa.. hahaha
      ikut lagi gak yg periode kedua?

      Delete
  9. walaupun gak masuk yang penting sudah berusa dengan keras. kalo tidak masuk ya berarti belum rezeki kita kan kalo ada bukaan cpns lagi bisa ikut dan sudah mempunyai pengalaman

    ReplyDelete
  10. Perjuangannya berat banget ya, Mbak. Eh tapi bisa dapat peringkat 600an dari 1700 itu udah luar biasa.
    Semoga test berikutnya berhasil lolos ya, Mbak.

    ReplyDelete

satu comment.. pahala untukmu :)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...