Belanja Produk Lokal Ditengah Pandemi Untuk Selamatkan Ekonomi

Belanja Produk Lokal Untuk Selamatkan Ekonomi

Sudah 4 bulan lebih kita menghadapi pandemi yang tak juga kunjung reda. Situasi ini membuat perekonomian Indonesia menjadi lemah. Alhasil, pelaku usaha pun terkena dampaknya, terutama pelaku usah mikro, kecil dan menengah (UMKM). Mereka terancam gulung tikar karena kian hari pendapatan kian menurun. Maka itu, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menyelamatkan ekonomi adalah dengan belanja produk lokal.

Sebagai ibu dengan satu orang anak, jujur saya hobi sekali belanja pakaian anak. Tak jarang saya memilih brand luar untuk berbagai kebutuhan anak saya, termasuk pakaian. Hal ini dikarenakan saya merasa bahwa brand luar memiliki kualitas yang lebih baik. Pun model yang ditawarkan banyak yang lucu dan menggemaskan, membuat saya ingin memborong semuanya.

Namun ada kalanya saat ingin membeli pakaian anak dengan brand luar juga penuh dengan dilema. Saya pernah mendapatkan model baju yang lucu dengan bahan berkualitas, namun ternyata harganya kelewat mahal. Begitu dapat harga yang terjangkau, tetapi bahan bajunya kurang nyaman.

Padahal, dalam memilih baju untuk anak, terlebih saat usianya masih baby, kita harus perhatikan betul kualitas bahan baju yang digunakan. Pasalnya, ada bahan baju tertentu yang bisa membuat iritasi atau alergi pada kulit bayi.

Gak mau dong, anak kita jadi sakit gara-gara kurang memperhatikan kualitas produk yang digunakan?

Tips Memilih Produk Pakaian Anak yang Berkualitas

Tips Memilih Pakaian Anak

Oleh karena itu, saat memilih pakaian untuk anak, saya tak hanya memperhatikan modelnya yang lucu saja. Namun, yang lebih utama adalah memilih  pakaian dengan bahan yang nyaman, adem dan berkualitas serta aman untuk kulit anak, misalnya bahan katun.

Dengan bahan yang berkualitas, tentu anak akan menjadi lebih nyaman saat beraktivitas sehingga tidak merasa kepanasan ataupun kegerahan. Tak hanya itu saja, saya juga biasanya memilih produk pakaian yang sudah terstandarisasi sehingga telah terjamin kualitasnya.

Dan satu lagi yang terpenting, meski berkualitas namun harga yang ditawarkan juga harus terjangkau agar kantong mamak gak cepet jebol. Hehe..

Beruntungnya sih, sekarang telah banyak produk lokal yang menawarkan produk pakaian anak dengan bahan yang berkualitas serta harga terjangkau. Dengan demikian brand lokal juga bisa bersaing dengan brand luar lainnya.

Apalagi ditengah pandemi seperti sekarang ini, bila produk-produk lokal telah memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan, maka bukan tak mungkin banyak masyarakat yang beralih untuk memilih produk lokal ketimbang produk dari luar.

Bila hal ini terjadi, tentu saja dapat menyelamatkan perekonomian Indonesia ditengah pandemi yang sedang melanda saat ini.

Kurangnya Minat Terhadap Produk Lokal

Namun sayangnya, masih banyak masyarakat Indonesia yang lebih memilih brand luar. Bahkan berdasarkan data dari Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin), saat ini hanya sekitar 6-7 % saja produk lokal yang dijual di marketplace. Sementara sisanya, lebih dari 93 persen merupakan produk impor. Oleh karena itu, berbagai upaya harus dilakukan untuk mendorong daya saing produk UMKM lokal.

Untuk mendukung UMKM lokal, Ninja Xpress mewujudkan dukungannya dengan meluncurkan kampanye #ObsesiUntukNegeri. Kampanye ini berisi program-program inisiatif seperti Ninja Academy atau program kolaborasi.

Ninja Xpress merupakan layanan pengiriman barang berbasis teknologi inovatif yang telah berdiri sejak tahun 2015. Ninja Xpress hadir untuk memberikan solusi pengiriman yang dapat menjangkau beragam skala bisnis.

Sebagai Mitra UMKM, di masa pandemi ini, Ninja Xpress berkomitmen untuk terus mendukung usaha dan produk lokal Indonesia untuk bangkit dan bertumbuh bersama dalam menghadapi new normal.

Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan kampanye kolaborasi melalui konten youtube bersama para kreator lokal untuk mendukung UMKM dan brand lokal. Adapun, isi dari konten youtube tersebut dibagi menjadi beberapa kategori, diantaranya yaitu :
  • Jajal, berisi konten-konten untuk mencoba dan membuktikan kualitas dari produk lokal dengan harga terjangkau yang layak untuk dipertimbangkan dan dapat bersaing dengan high-end brand.
  • Bedah (Berita Daerah), berisi konten-konten yang memberikan informasi seputar produk-produk UMKM lokal dari suatu daerah tertentu yang dapat bersaing dari segi kualitas maupun style.
  • Berguru (Belajar Ragam Usaha Baru), merupakan kategori konten yang mengajak orang-orang untuk melakukan aktivitas dari rumah agar tetap produktive di masa pandemi ini.
  • Batuntas (Bahasa Tuntas Komunitas), kategori konten untuk memberikan informasi tentang keberadaan suatu komunitas dan mendukung keberlangsungan komunitas tersebut.
  • Ninja Talk, menyajikan kenyataan hidup dan konsekuensi yang mau tak mau harus dipilih oleh manusia ditengah pandemi.
  • OASIS (Obrolan Asik Seputar Bisnis), konten yang berbicara seputar informasi bisnis dan tips menjalankan bisnis.
  • Obrol Obsesi, konten yang berisi kisah-kisah inspiratif
  • Informinutes, konten yang memberikan berbagai tips untuk tetap bertahan di masa pandemi ini

JAJAL, Jajan Produk Lokal Untuk Selamatkan Ekonomi Di Masa Pandemi


Salah satu konten kolaborasi yang saya suka adalah Jajal alias Jajan UKM Lokal. Konten ini berisi konten-konten untuk mencoba dan membuktikan bahwa produk lokal juga bisa bersaing dengan brand luar karena memiliki kualitas yang dapat bersaing dengan high-end brand.

Pada salah satu episode yang saya tonton, topik Jajal yang dibahas adalah “Time Kids Vs GingerSnaps! KAMU TIM KAOS BAYI LOKAR ATAU LUAR? Pada topik ini Ninja Xpress menjajal dua produk kaos bayi yang berasal dari brand lokal dan brand luar.

Jadi, ada 3 orang mama yang dipilih untuk menjajal kedua brand tersebut dengan cara honest blind test sehingga ketiga mama tersebut tidak mengetahui pasti mana yang merupakan produk lokal dan mana yang produk dari luar. Dengan demikian, penilaian dapat dilakukan sangat objektif.

Adapun kedua kaos bayi ini memiliki klaim yang sama namun dipasarkan dengan harga yang berbeda. Untuk produk lokal memiliki kulitas bahan yang lembut dan nyaman dengan bahan cotton combed 24s dan 30s, sablon dari rubber dengan bahan cat air sehingga aman dikulit bayi dan tidak menyebakan iritasi. Kaos dibanderol dengan harga 75 ribu.

Sementara untuk brand luar, klaimnya adalah bahan kaos ringan dan nyaman dengan bahan katun jersey yang dingin elastis dan lembut sehingga tidak menyebabkan iritasi. Kaos dibanderol dengan harga 179 ribu.

Hasilnya dari ketiga mama tersebut, 2 mama memilih kaos yang ternyata adalah produk lokal. Hal ini menandakan bahwa produk lokal juga memiliki kualitas yang baik sehingga bisa bersaing dengan brand luar. Apalagi, produk lokal juga memiliki harga yang jauh lebih terjangkau dari produk luar.

So, buat apa pilih brand luar?

Brand Lokal Juga Bisa Vokal

Brand Lokal Juga Bisa Vokal

Kata siapa brand lokal gak bisa bersaing?

Tonton dulu episode JAJAL pada channel youtube Ninja Xpress. Disana ada banyak konten-konten yang membuktikan bahwa brand lokal juga bisa vokal dan bisa bersaing dengan brand luar loh..

Oh ya, konten ini tayang setiap 1 minggu sekali dengan topik yang berbeda-beda. Yuk tonton dan jangan sampai ketinggalan episode-episode menarik lainnya dengan klik subscribe, like dan tulis di kolom komentar, apa topik yang seru unutk dibahas di episode jajal selanjutnya.

#Jajal #JajanUKMLokal #UKM #UKMLokal #Wirausaha #UsahaLokal #UsahaSeru #KaryaLokal #MerekLokal #Brand #BrandLokal #InformasiTerupdate #NinjaXpress #PengirimanBarang #pengirimanterpercaya #pengirimanHemat #pengirimanAman #Bisnis #Lifestyle #BisnisGayaHidup #ProdukLokal #YangLokalJugaBisaVokal #MadeInIndonesia #ProdukIndonesia #Fashion #FashionIndonesia #FashionLokal #FashionAnak #FashionBayi #BajuAnak #BajuBayi #BajuBalita #TimeKids #Gingersnaps #KaosAnak #KaosBayi #KaosBalita

Salam,

Sumber tulisan :
  • Channel Youtube Ninja Xpress
  • https://www.liputan6.com/bisnis/read/3251371/kadin-93-persen-barang-di-situs-online-adalah-produk-impor




31 comments

  1. Saya kalo belanja pakaian sukanya yang murah mbak dan biasanya itu produk lokal karena ngga kena pajak.

    Kaos anak kecil kenapa malah lebih mahal daripada orang dewasa ya. Anak kecil harganya bisa 100 ribu, sementara buat orang tua 100 ribu bisa dapat tiga.

    Betul sekali, ayo kita belanja produk lokal agar bisa menggerakkan ekonomi agar terhindar dari krisis.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mas.. baju anak memang mihil-mihil banget.
      mungkin bahannya kali ya beda sama kaos dewasa..
      sebenernya banyak juga kok pakaian bayi yg 100 ribu 3.. cuma ya itu, kualitasnya kurang. kalo anaknya sensitif, khawatir alergi..

      Delete
  2. produk lokal sekarang keren keren, kreatif,lebih berinovasi dan nggak kalah dengan produk luar. Untuk harga beberapa produk memang ada yang pricey, tapi itu setara dengan kualitas produknya

    ReplyDelete
  3. Kalau diriku sukanya beli yang murah say, hahahahaha.
    Tapi memang kalau ada produk lokal, mending yang lokal, terlebih sekarang udah banyak banget produk lokal yang nggak kalah ama interlokal *lah :D maksudnya produk luar :D

    Sebenarnya, kebanyakan produk luar yang masuk Indonesia itu nggak semuanya benar-benar sebagus itu sesuai harganya, kadang 70% harga dari brand, alias mereka ngejual brand.

    Selain itu, brand luar itu memang menguasai disainer, disainer-disainer itu mengeluarkan model yang langsung diadaptasi sama brand luar.

    Sebagai contoh, anak saya si gondrong itu pernah saya ajak ikut campaign gingersnaps, dan dia pakai baju GS itu masha Allah ganteng banget.
    Giliran dia pake baju yang sama dengan model dari GS itu, lah kok biasah ajah hahaha.

    Padahal ya kata orang-orang sebenarnya sama aja, cuman karena alam bawah sadar kita terfokus ke nama brand :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. wekekek.. aku juga suka yang murah kok mba.
      nah, bener juga sih mba.. brand ternama kadang harganya melejit meski kualitas biasa aja ya.
      wih adek dayan udah pernah cobain produknya gingersnaps.. mantep.. wkwk..

      Delete
    2. wkwkwkwkw, iyaaa.. kapan hari dapat voucher Gingersnaps, jadi langsung saya beliin kemeja.
      Kalau beli sendiri saya mikir-mikir.
      Plis deh, kemeja sampai hampir 200rebo bahkan lebih, udah gitu nggak mungkin bisa dipakai lebih lamaan :D

      Delete
  4. Produk lokal mulai unjuk gigi ya... semoga harga-harganya di toko online tidak kalah dengan dari luar...
    BTW, Selamat Hari Raya Idul Adha 2020, Mohona maaf lahir bathin..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Betul mas..
      Selamat hari raya idul adha juga yaa ;D

      Delete
  5. produk lokal sekarang banyak yang berkualitas ya mbak :) ga kalah sama produk luar kualitasnya

    ReplyDelete
  6. Produk lokal sekarang banyak yang bagus kualitasnya, awet dan harganya juga lebih terjangkau dibanding produk luar. Minggu lalu, anakku baru beli sandal via online, produk lokal juga, bahannya bagus, empuk, nyaman dipakai.

    ReplyDelete
    Replies
    1. dan murah juga biasanya ya mbaa..
      produk luar kebanyakan menang merk aja sih.. hehe

      Delete
  7. Bajuku kebanyakan daster, Mbak, otomatis ya produk lokal. Hahahaha. Kalau seragam sekolahpun kebanyakan batik, ya sudah, pecinta produk lokal banget. Tapi, kalau tas, memang aku ada beberapa kali beli produk luar karena belum pernah ketemu produk lokal yang memang bagus. Sekali beli memang mahal kalau tas, tapi awet sampai bertahun-tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bagus dong mbaa.. hehe..
      Tas pakai produk luar mihil bingit pasti ya mbaa.. hehe

      Delete
  8. Sering kali gak disangka ada produk lokal yang murah tapi kuat. Kayak ada celana, dari anak sulung, eh bisa dipake sama si bungsu yang sama2 lelaki padahal mereka selisih usianya 8 tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. enak ya kalo awet gitu.. kan jadi menghemat pengeluaran ya mba.. hihi :D

      Delete
  9. semoga kian banyak produk lokal yang berkualitas dan mampu bersaing. ukm pun terus tumbuh dan menggeliat

    ReplyDelete
  10. Setuju banget mbak.
    Saya setia banget sama produk lokal untuk baju dan perlengkapan lain.
    Yang masih belum ketemu substitusi di produk lokal cuma Sepatu aja karena sampe sekarang masih nyaman banget sama skechers.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kereeenn..
      semoga untuk sepatu juga dapet produk lokal yg cucok ya mbaa

      Delete
  11. Untuk keperluan keluarga, saya juga lebih memilih produk yang nyaman untuk dipakai. Apalagi baju untuk anak-anak, pasti memilih yang nyaman.
    Asyiknya lagi, sekarang banyak produk lokal yang kualitasnya terjamin ya...

    ReplyDelete
  12. Bangga banget doonk...pakai brand lokal.
    Harga terjangkau dengan kualitas oke.
    Semoga para pengusaha tetap bisa bertahan dan memajukan usahanya di saat pandemi.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Amiiinn-Amiiinn..
      semoga produk lokal makin maju..

      Delete
  13. Bener banget, di masa pandemi kayak sekarang, membeli barang-barang produk lokal merupakan keharusan. Di samping harganya lebih terjangkau, juga memberi manfaat memajukan ekonomi masyarakat ya.

    ReplyDelete
  14. Sekarang memang mudah banget pesan produk impor dari LN, ongkirnya murah pula. Tapi saya pribadi sih kalau masih bisa dicari di dalam negeri ya beli produk dalam negeri aja. Banyak yang bagus2 juga.

    ReplyDelete
    Replies
    1. mari cintai ploduk ploduk dalam negeri . hehe

      Delete
  15. Mari saling membantu ya mba.. dengan begini semua jadi bisa bangkit bersama

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa berikan komentar juga ya ;)