5 Cara Mendidik Anak Usia Dini Agar Tidak Ketergantungan Gadget


Cara Mendidik Anak Usia Dini Di Era Digital

Memiliki anak merupakan suatu kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu sebab tidak mudah mendapati peran ini. Banyak orang yang menanti momongan namun tak kunjung dikaruniai oleh sang pencipta. Bersyukurnya, saya langsung dianugerahi seorang anak ditahun pertama pernikahan. 

Oleh karena itu, sebagai wujud syukur maka sebagai seorang ibu saya harus banyak belajar agar nantinya anak saya bisa tumbuh menjadi anak yang berguna bagi masyarakat. Apalagi, saat ini merupakan era digital yang mana teknologi berkembang begitu pesat. Tak dapat dipungkiri anak-anak mendapat efek negatif akibat perkembangan teknologi tersebut. Kondisi ini menjadi sebuah tantangan sendiri bagi orang tua untuk membimbing anaknya.



Sejujurnya, menjadi ibu di era digital ini membuat saya merasa khawatir. Saya takut tidak bisa membimbing anak, saya takut lengah hingga anak saya terpapar konten negatif di Internet. 

Salah satu hal yang membuat saya khawatir adalah diusianya yang baru menginjak 20 bulan, kini anak saya sudah mahir memainkan gawai. Padahal, sebelum anak saya lahir, saya memiliki pemikiran yang idealis. Ya, saat itu saya bersikeras tidak akan memberikan anak saya gadget jika usianya masih dibawah tiga tahun. 

Namun kenyataan tidak selalu sesuai dengan ekspektasi. Nyatanya, di era digital ini sangat sulit sekali menghindari anak dari paparan gadget. Terlebih, lingkungan sangat mendukung untuk anak mengenal gadget. Pada akhirnya, pertahanan saya pun runtuh, saya membiarkan anak saya terpapar gadget. Namun tentu ada batasannya dan harus dalam pengawasan saya. 

Ya, sebagai seorang ibu tentu harus memberikan batasan-batasan pada anak dalam bermain gadget. Sebab, banyak sekali bahaya yang ditimbulkan apabila anak terlalu lama terpapar gadget. 

Berikut adalah beberapa dampak negatif gadget bagi anak usia dini. 

Cara mendidik anak usia dini di era digital


Mempengaruhi Kesehatan Mata 
Penggunaan gadget dalam waktu lama dapat menyebabkan kontraksi otot dalam bola mata. Hal ini dapat merangsang mata minus, terutama pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan. 

Kemampuan Psikomotorik Menurun 
Terlalu lama menggunakan gadget juga dapat menyebabkan kemampuan psikomotorik menurun. Sebab, anak yang terlalu lama menggunakan gadget terbiasa berinteraksi satu arah dan lebih suka bermain sendiri ketimbang dengan teman-temannya. Hal tersebut menyebabkan anak tidak bisa mengeksplor seluruh bakat psikomotorik nya. 

Telat Bicara 
Anak yang terlalu sering menggunakan gadget biasanya komunikasinya hanya satu arah yaitu mendengar saja. Hal tersebut dapat mengakibatkan anak telat bicara karena aspek komunikasi tidak terstimulasi dengan baik. 

Mengganggu Perkembangan Otak 
Paparan ponsel dapat mengganggu perkembangan otak pada bayi. Sebab, otak bayi belum berkembang sempurna sehingga jika terkena radiasi ponsel maka pertumbuhan otak akan terganggu. 

Mempengaruhi Kondisi Mental 
Menggunakan gadget secara terus menerus juga dapat mempengaruhi kondisi mental. Anak cenderung lebih sulit bersosialisasi, mudah depresi, agresif dan mudah marah. Bahkan, paparan gadget dalam waktu yang lama juga dapat menyebabkan autisme. 

Selain itu, penggunaan gadget juga bisa menimbulkan kecanduan bagi anak-anak. Anak saya pun sempat mengalami hal tersebut.

Pernah suatu ketika, karena mulai terbiasa dengan gadget. Anak saya tidak mau lepas dari gadget. Pagi, siang dan sore harus menonton channel youtube kesayangannya melalu gawai. Khawatir akan kesehatan fisik dan mentalnya, akhirnya semenjak saat itu saya menerapkan beberapa cara agar anak saya bisa mengurangi aktifitasnya dengan gadget. Sebab, saya tidak ingin kondisi ini keterusan dan nantinya malah menjadi boomerang buat saya. 





Membesarkan anak tanpa gadget di era seperti sekarang memang suatu hal yang amat sulit. Oleh karena itu, peran orang tua dibutuhkan agar bisa menghindari anak dari pengaruh negatif teknologi. Setidaknya, ada 5 cara yang saya lakukan untuk mendidik anak usia dini agar tidak kecanduan gadget. 




#1. Membatasi Penggunaan Gadget 

Diusianya yang menginjak 20 bulan ini, anak saya sedang aktif-aktifnya mengeksplor lingkungan, berlarian kesana kemari tak mengenal lelah. Namun terkadang saya yang mengikutinya bermain merasa kelelahan. Oleh karena itu, terkadang saya memberikan gadget untuk anak saya dengan tujuan agar bisa anteng sesaat sehingga saya bisa istirahat sejenak untuk menjaganya. Namun siapa sangka keteledoran saya tersebut ternyata berdampak buruk. 

Sejak mengenal gadget, anak saya menjadi kecanduan ingin terus menerus menggunakan gadget untuk menonton youtube. Saya pun mulai waspada, khawatir hal buruk terjadi pada anak saya. Semenjak saat itu, akhirnya saya menetapkan peraturan untuk membatasi penggunaan gadget pada anak. Saya hanya membolehkan anak saya menggunakan gadget hanya saat sedang makan dan menyusu saja. Diluar waktu tersebut, gadget saya sembunyikan.

Membatasi Penggunaan Gadget



Apakah cara tersebut berhasil? 

Tentu saja awalnya sangat sulit sekali. Anak saya tantrum, rewel dan menangis ketika dilarang. Namun, syukurnya lama kelamaan cara ini berhasil. Sekarang anak saya sudah mengerti kapan dia harus menggunakan gadget. 

#2. Memberikan Contoh yang Baik 


Agar anak tidak kecanduan gadget maka dibutuhkan peran serta orang tua untuk dapat memberikan contoh yang baik pada anak. Sebab, anak adalah peniru ulung. Dia mudah sekali meniru kebiasaan-kebiasaan yang ada disekitarnya. 

Ya, setelah saya amati, saat itu suami saya seringkali memegang gadget saat sedang bermain dengan anak. Melihat hal tersebut, tentunya anak saya penasaran sehingga dia pun ingin melakukan hal yang serupa. Hal tersebut pula yang membuat anak saya merengek-rengek minta menggunakan gadget juga. 

Menyadari hal tersebut, saya sebagai orang tua pun mulai disiplin dalam menggunakan gadget. Saya dan suami membuat kesepakatan untuk tidak bermain gadget saat sedang bersama anak. Dan peraturan ini pun terbukti berhasil. Anak saya sudah tidak lagi meminta gadget, justru sekarang dia lebih suka bermain dengan mainannya. Bahkan saat saya tawarkan untuk menonton youtube dia malah menolak. 

#3. Memilih Tayangan yang Tepat dan Aman Untuk Anak 

nonton youtube sambil mengenal nama-nama ikan

Dibalik kekhawatiran yang mendera, sebenarnya ada manfaat nya juga jika anak menggunakan gadget asalkan diberikan tayangan yang tepat dan aman. Selain itu, penggunaan gadget harus berada dibawah pengawasan orang tua. 

Saat anak saya sedang menggunakan gadget, tentunya dia tidak menggunakan sendirian tetapi selalu bersama dengan saya. Banyak sekali tayangan-tayangan edukasi yang cocok untuk anak saya yang usia nya hampir 2 tahun ini. Mulai dari belajar mengenal warna, mengenal nama-nama hewan dan sebagainya. Tentu hal ini berdampak positif karena bisa menjadi sarana belajar untuk anak saya. 

#4. Mengembangkan Bakat Anak

Mengembangkan Bakat Anak

Salah satu dampak positif dari gadget adalah mampu mengembangkan bakat anak. Contohnya anak saya saat ini sedang hobi bermain drum, maka gadget bisa saya manfaatkan untuk memutar video-video orang bermain drum sehingga bisa ditiru dan dapat menjadi inspirasi untuk anak saya. 

#5. Memberikan Pendidikan Anak Usia Dini Melalui Jalur Formal 

Memberikan pendidikan anak usia dini melalui jalur formal juga bisa menjadi cara yang dapat dilakukan agar anak dapat mengurangi aktivitasnya dalam menggunakan gadget. Dengan memberikan pendidikan untuk anak usia dini maka anak-anak dapat diarahkan dan diajarkan untuk dapat mengikuti perkembangan teknologi tetapi juga bisa bersikap bijak dan kreatif dalam menggunakannya. 

Jika sikap ini telah dibangun sejak dini maka kedepannya anak bisa mengantisipasi era digital dan memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya. Selain itu, dengan memberikan pendidikan anak usia dini (PAUD) maka dapat meningkatkan kecerdasan anak serta melatih kemampuan bersosialisasi pada anak. Sebab, di sekolah anak akan bertemu dengan banyak orang, baik itu guru maupun teman-teman sehingga anak bisa lebih percaya diri.








Mengingat pentingnya pendidikan anak usia dini. Saya pun tertarik untuk mencarikan sekolah untuk anak saya. Selain dapat mengurangi aktivitas menggunakan gadget, memasukkan anak ke pra sekolah juga dapat mengembangkan kecerdasan serta bakat dan minat nya. 

Dan berhubung anak saya usia nya belum menginjak dua tahun maka saya harus memilihkan sekolah dengan metode belajar yang tepat agar anak saya tetap happy di sekolah tanpa merasa tertekan. Apalagi saat ini banyak sekali berkembang sekolah untuk anak usia dini. Tentu saya tidak boleh salah pilih. 

Sekolah dengan tenaga pengajar yang profesional serta dapat memenuhi kebutuhan bermain serta sosialisasi anak menjadi fokus utama saya. Dan, saat ini sekolah yang memberikan fasilitas tersebut adalah Apple Tree Pre School BSD.








Apple tree Pre School BSD merupakan pra sekolah yang sudah berdiri sejak tahun 2000. Pra sekolah ini memiliki visi untuk menjadikan sekolah yang dapat mengedukasi anak agar dapat memiliki kepercayaan diri serta kemandirian sejak dini. 

Pra sekolah tersebut memfasilitasi anak-anak dengan pendidikan yang berstandar tinggi serta didukung dengan tenaga pengajar yang handal sehingga dapat menghasilkan anak-anak yang berprestasi sesuai dengan minat dan bakatnya masing-masing. 

Kegiatan yang diberikan pada pra sekolah ini berdampak positif untuk mencapai pertumbuhan fisik, intelektual, sosial dan emosional anak sehingga rasa percaya diri pada akan meningkat. Dengan begitu, anak akan terdorong untuk mengeksplorasi bakat dan minatnya. 

Adapun kegiatan yang diberikan pada pre-school ini adalah kegiatan belajar yang menyenangkan melalui permainan yang menarik, aktivitas luar ruangan, permainan air, seni dan musik, program pengayaan, event sekolah dan field trip.



Selain itu, Apple Tree Pre School BSD juga mengadopsi kurikulum singapura yang terdiri dari bidang studi bahasa inggris, matematika, sains, fisika, moral, study sosial dan lain-lain. Dengan kurikulum tersebut maka dapat mengasah kreativitas dan keterampilan anak di bidang lain. 

Menariknya lagi, pra sekolah ini menyediakan 5 tingkat kelas untuk anak-anak mulai dari usia 1,5 – 6 tahun. Dengan begitu, anak mendapatkan pendidikan yang sesuai dengan usianya. 



Setiap tingkatan kelas tersebut memiliki pembelajaran yang berbeda-beda, disesuaikan dengan usia anak. Untuk anak saya yang berusia 20 bulan maka cocok masuk di kelas toodler. Di kelas tersebut, pembelajaran yang diberikan meliputi pengembangan bahasa inggris, keterampilan berhitung, musik dan gerakan serta pengembangan motorik halus dan motorik kasar. 

Menarik banget kan? 

Jika kalian tertarik untuk menyekolahkan anak di Apple Tree Pre School BSD langsung saja kunjungi media sosial Apple Tree Pre School BSD atau kunjungi open house Apple Tree Pre-School BSD yang akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 7 September 2019. Ada diskon hingga 40 persen loh bagi yang melakukan pendaftaran di open house. Buruan catat tanggalnya, jangan sampai kelewatan yaa..




#appletreebsd

Facebook : Apple Tree Pre-School BSD
Instagram : @appletreebsd 
Twitter : @appletreebsd 
Website : www.appletrebsd.com  


Salam,





Sumber :
-https://doktersehat.com/jangan-biarkan-anak-terlalu-sering-bermain-gadget-karena-bisa-membuatnya-menjadi-pelupa/ 
-www.appletrebsd.com

Infografis : 
Diolah oleh Tia Widiastuti melalui Canva

Foto:
-Dokumen Pribadi
-Galery appletreebsd

44 comments

  1. Bener banget, jangan sampai anak ketergantungan gadget ya mas...

    ReplyDelete
    Replies
    1. duh.. aku wanita cantik begini masa dipanggil "mas" :D

      Delete
    2. oiya.. krn nama blog nya dinastian (pakai nana suami), ku jadi dikira lakik.. wkwkwk..

      Delete
  2. Siang mba Thya.. Iya nih ssh swkali zmn swkarang mwmghindari anak dr bermain gadget... Biasanya dia udh melotot aja natap layar gadget walau sekwdar main game... Pinter"kita aja ngatur ato ngebatesinnyabyaa... Soalnya ponakan sy jg gitu br umur 2 th kl ga diksh main game suka ngambek...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbaa..
      sedih aku tu.. anak jaman now udah terpapar gadget sejak bayi..
      yang penting kita bisa kasih batesan2 aja ya mba..

      Delete
  3. Sebagia orangtua kita memang harus pintar2 mengarahkan anak terhadap penggunaan gadget.
    Kadang harus tegas dan sedikit tega dalam pembatasan, mengalihkan dengan menemaninya bermain.

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener mba..
      kita musti rajin dan kreatif ngajak anak main biar gak bosen dan kepingin gadget mulu. huhu..

      Delete
  4. susah memang jaman sekarang, kalau gak dikasih hp nanti takutnya dia ketinggalan dari temen-temennya. makanya kalau anak dikasih hp harus dibimbing biar enggak dipakai untuk hal yang negatif

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepakat banget mba..
      jangan sampai anak pegang gadget sendirian tanpa bimbingan orang tua.

      Delete
  5. Tips-tipsnya super banget kak Thya. Memang kalau liat anak/balita sekarang kyknya sering banget pada megang HP. Ortu juga mungkin gak mau pusing, biar gak rewel mending dikasih HP biar anteng.

    Btw lucu yah foto anaknya. Itu main drum tangannya dah sampai ke simbalnya blom? wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul sih mas.. kadang jadi ibu tuh lelah banget ngikutin anak yg lagi aktif2 nya gak bisa diem, lari2an kesana kemari. nah, kalo udh capek bgt, ya pake jurus andalannya dikasih gadget biar mamak bisa istirahat sejenak. eh.. siapa sangka, si anak malah kecanduan. trus si ibu baru deh menyesal (saya banget) hehe


      udah nyampe dikit mas.. pake ujung stik. hahaha

      Delete
  6. Jangan biasakan anak main Gadget, selain bisa membuat mata rusak, juga berpotensi membuat emaknya ngk bisa update status. :) soalnya selalu dimainkan oleh anaknya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. tetep bisa dong kang nata..
      kan emak nya minta beliin yang baru sama pak suami.. haha

      Delete
  7. Saya pernah lihat seorang anak yg kecanduan gadget dari usia sekitar 1 - 1,5, efeknya ternyata bisa membuat si anak tidak pintar dalam berkomunikasi.Tapi pintar membuka channel Yutube.. :)

    ReplyDelete
  8. mantull tipsnya, makasih misss...

    ReplyDelete
  9. Anak saya yang bayi beneran berteman ama gadget dah, beda ama kakaknya yang kami kenalkan setelah usia 2 tahun, si bayi mah setahun udah pandai utak atik gadget.

    Tapi dia ga nonton yutub sih, kadang2 aja nonton yutub, kebanyakan main game, dan ternyata itu lebih ampuh ketimbang yutub.

    Kalau yutub kan beragam, jadi dia ga bosan, beda ama game, karena game nya gitu-gitu doang tampilannya, dia cepat banget bosan, ga sampai sejam udah males liatnya.

    Kalau masalah tantrum enggak sih ya, tantrum juga tapi bukan masalah gejet.
    kedua anak saya udah kenal banget mamaknya ini buan tipe mamak yang bisa dikelabui dengan cara tantrum.
    Semakin mereka tantrum semakin saya cuekin hahaha.
    Jadinya Alhamdulillah belum ada masalah serius, tapi tetep juga membatasi penggunaan gejet cuman di waktu injury time aja, *tsah.

    Tapi emang bener, memasukan anak ke sekolah gitu salah satu solusi sih, anak bisa bersosialisasi, mamak juga bisa punya waktu buat mandi bentar tanpa digelendotin anak hahaha

    ReplyDelete
  10. wah.. udah bisa main game mba?
    anak ku malah gak ngerti, karena memang gak pernah ku kasih tau sih.

    aduh, kalau anak udh tantrum saya tuh suka gak tega gitu (mamak lemah). Alhamdulillah nya sih skrg anak ku udah gak ketergantungan gadget lagi, mulai cepet bosen dia. paling nonton cuma beberapa menit doang, lalu dia tinggal itu henpon.

    nah, bener.. salah satu keuntungan masukin anak ke pra sekolah. biar bisa mandi santai.. haha.. ngerasain bgt, baru masuk kamar mandi sebentar udah digedor-gedor pintu nya :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. ahahaha udaahh, jangankan game, kamera hape diutak atik, dia selfie sendiri, liat hape siapaaaa saja pasti diambil buat diutak atik.

      Suka banget ngabisin pulsa dari hape saya buat nelponin 112 hahahaha

      Delete
  11. anak saya 3th saya membiasakan mainan yang edukaaaaaatif contohnya mainan kayu yang warna warni, puzzle dll

    ReplyDelete
    Replies
    1. wwah bagus mas, untuk melatih motorik anak..

      Delete
  12. Cowok kembar saya tiap hari main gadget terus mbak, waktu masih SD dan SMP yg satu suka2nya main drum, kami yg kebrisikan di rumah hehehe,..memang anak harus ada penyaluran hobi biar mengurangi ketergantungan dgn gadget

    ReplyDelete
    Replies
    1. emang jadi berisik sih main drum, bikin pusing kepala ya mas? padahal bagus ya melatih motorik anak :D

      bener mas harus ada prnyaluran hobi, setidaknya bisa mengurangi main gadget

      Delete
  13. Pas mulai TK anak saya baru kenal komputer.... Mulai 3 SD akrabin semua gadget... Syukurlah masa balita banyak nyebur sungai dan sawah.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Alhamdulillah ya mba..
      saat itu gadget belum kayak skrg yaa

      Delete
  14. Keren banget ulasannya ka tya. Btw klu d bogor ada ga yaa? Itu d bsd doank y kak

    ReplyDelete
    Replies
    1. aaak.. lupa aku mba vik.. ada gak ya? tapi yg pasti apple tree bsd ini ada 20 cabang mba.

      Delete
  15. Tp kebanyakan anak jaman now udh kecanduan gadget ya mbak, miris.
    Aku pengen bgt kalau punya anak bsk malah anakku ga usah dikenalin sama gadget, soalnya aku termasuk orang yg peduli bgt sama kesehatan mata, pegang hp sambil tiduran aja aku nggak berani.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak..
      amiin.. mudah2an mba ursula bisa berhasil ngedidik anak tanpa gadget. soale emang banyak dampak buruknya untuk kesehatan.

      Delete
  16. Generasi sekarang mah, udah canggih-canggih mbak. Tanpa dilatih pun, mereka udah bisa mencet sana mencet sini mutar video di youtube. Dulu ponakanku juga lumayan ketagihan, tapi sekarang alhamdulillah udah berkurqng sih. Misal megang hp, udah dibatasi. Maksimal 15 menit. 15 selesai, hp langsung diambil dan dikasih alternatif buat aktivitas fisik aja. Biar lebih aktif gerak. Hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. setuju banget itu mas, harus dikasih aktivitas fisik biar lupa sama gadget.

      wah, ini mas wisnu kayaknya udah cocok jadi bapak #eh

      Delete
  17. tipsnya oke banget mbak...
    jadi teladan memang jadi salah satu terpenting dalam mendidik anak ya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya betul banget mba..
      terutama jangan sampai kecolongan main hp di depan anak si..
      itu ngaruh banget soalnya..

      Delete
  18. Apalagi aku yang masih single begini.
    Aduh kacau deh, deg-degan kalau bayangin punya anak nanti.
    Tapi, aku kerjanya lewat gadget / komputer. Makin deg-degan.

    Huwaaa... :(

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama mba.. aku juga kerja nya lewat gadget/laptop. tapi sekarang lagi berusaha no gadget dulu di depan anak

      semangat.. pasti bisa mba. hehe

      Delete
  19. Trims ulasannya mba, sudah mengingatkan kita2 yang pny anak. Emg berat jg mengubah pola kebiasaan anak yag udah terlanjur kecanduan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. betul mas, pinter-pinter orang tua mensiasatinya..
      misal dengan diajak bermain atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

      Delete
  20. zaman skr, agak susah sih mau ngelarang anak ke gadget. awal2 aku jg strict, tp lama2 aku pikir, ya udhlaah. drpd mereka diem2, ato mereka cm bisa liatin temennya, aku ttp ksh tp dgn batas2 tertentu :). trus dr umur 2.5 thn aku jg masukin mereka ke paud, supaya ngalihin perhatian mereka jg dr gadget :).

    ReplyDelete
    Replies
    1. sepakat banget sama mba fanny..
      kita gak bisa ngelarang anak pakai gadget, yang ada nanti malah jd gaptek dr teman2nya ya. yang penting masih dibatasi pemakaiannya ya mba.

      wah, di paud mana mba anaknya?

      Delete
  21. Bener banget mba, gadget itu perlu tapi juga ada sisi negatifnya. Makanya kita harus awasi dan dampingi anak ya.. Semangat Mom!

    ReplyDelete
  22. Wah makasih infonya mba, salam kenal yah. Btw klo anak saya dikasi nonton video tuh sabtu minggu aja, dialihkan perhatiannya juga sih soalnya videi lbh candu drpd tv

    ReplyDelete

Terimakasih sudah berkunjung, jangan lupa berikan komentar juga ya ;)